PROKER FWJI TANGKOT SUKSES DI GELAR , HUMAS FWJI TANGKOT SOROTI KETIDAKHADIRAN CAMAT & KABURNYA OKNUM LURAH SAAT DISKUSI ANTIMAFIA TANAH DI KEC. PINANG

TANGERANG|Globaliconnews.id – Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Tangerang Kota bersama Kantor Pertanahan Kota Tangerang dan Polres Metro Tangerang Kota menggelar “Diskusi Kebangsaan Menuju Indonesia Sehat” di Aula Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Selasa (4/8/2026).

 

Kegiatan bertema _”Kenali Tanah Kita, Pahami Proses Pembuatan Mudah Sertipikat Elektronik”_ ini dihadiri perangkat kelurahan, RT/RW, anggota FWJI, dan puluhan peserta.

 

Humas FWJI Tangkot Sayangkan Ketidakhadiran & Sikap Oknum

Humas FWJI Tangerang Kota, Galang, menyayangkan Camat Pinang tidak hadir padahal sudah dilayangkan undangan resmi.

_”Kami menyayangkan Camat Pinang tidak hadir. Ini diduga ada keterkaitannya dengan kasus penyerobotan tanah yang terjadi di Kunciran Jaya,”_ ujar Galang.

 

Lebih lanjut, Galang juga menyoroti sikap beberapa oknum Lurah yang meninggalkan ruangan saat materi pemberantasan calo disampaikan.

_”Begitupun oknum Lurah ikut keluar saat Humas FWJI Tangkot memberikan sambutan tentang pemberantasan, tutup celah calo pembuatan sertifikat dan mafia tanah,”_ tegasnya.

 

Menurut Galang, kejadian ini justru membuktikan pentingnya edukasi agar tidak ada lagi celah penyalahgunaan kewenangan di tingkat kelurahan.

 

Paparan BPN: Sosialisasi “Sentuh Tanahku” & Alih Media

Diskusi menghadirkan 3 narasumber utama dari Kantor Pertanahan Kota Tangerang:

1. Ir. Steven Loudy, S.Tr., M.M., QRMO

2. Rizky Fauzi, S.Kom

3. Edwar Koto, S.Kom

 

Dalam paparannya, BPN Kota Tangerang memperkenalkan aplikasi “Sentuh Tanahku“. Melalui aplikasi ini masyarakat dapat scan QR Code pada sertifikat elektronik, mengakses sertifikat digital di HP, dan mengecek keaslian data pertanahan secara mandiri.

 

BPN juga menjelaskan proses alih media dari sertifikat analog ke sertifikat elektronik sebagai bentuk perlindungan hukum untuk mencegah sengketa, pemalsuan, dan penyerobotan tanah.

_”Sertifikat elektronik ini untuk memudahkan masyarakat dan memberikan kepastian hukum atas tanahnya,”_ jelas narasumber BPN.

 

Paparan Polres: Kendala Letter C & Modus Penyerobotan

Dari unsur kepolisian hadir AKP Gusti Arsad selaku Kanit Harda Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota.

 

Beliau memaparkan kendala di lapangan terkait administrasi pertanahan:

_”Kami sudah hampir 3 tahun. Banyak dibantu BPN soal pengecekan sertifikat. Kendalanya, banyak lurah yang berganti, sementara buku Letter C di kelurahan tidak tertib. Jadi kami agak kesulitan,”_ ungkapnya.

 

AKP Gusti juga menjelaskan motif ekonomi di balik penyerobotan tanah:

_”Latar belakang penyerobotan tanah karena nilainya tinggi dan tiap tahun pasti naik berlipat ganda. Orang cerdas pasti beli aset dibanding kendaraan. Tapi segala kejahatan pasti meninggalkan jejak dan masih bisa kita buktikan. Kami dari Polres akan telusuri latar belakang, modus operandi, sasarannya siapa, dan bagaimana penegakan hukum serta perlindungannya,”_ tegas AKP Gusti.

 

Sesi Tanya Jawab

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif. Perwakilan RT/RW aktif bertanya kepada BPN dan Polres terkait program pendaftaran tanah sistematis, alih media ke sertifikat elektronik, dan mekanisme penanganan sertifikat ganda.

 

Penutup

FWJI Tangkot berharap sinergi BPN, Polri, dan masyarakat dapat memperkuat tata kelola pertanahan. Dengan transparansi dan digitalisasi, praktik calo, pungli, dan mafia tanah diharapkan bisa diberantas hingga ke tingkat kelurahan.

 

Tangerang, 4 Agustus 2026

Humas FWJI Tangerang Kota

 

#FWJITangerangKota #TolakMafiaTanah #SentuhTanahku #BPNKotaTangerang #PolresMetroTangkot #KecPinang

editor's pick

latest video

news via inbox

Nulla turp dis cursus. Integer liberos  euismod pretium faucibua

Leave A Comment