Erupsi Gunung Dukono 8 Mei 2026: 2-3 Pendaki Tewas, Satu Masih Hilang
Globaliconnews.id|Halmahera Utara, 10 Mei 2026 — Letusan Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, pada Jumat 8 Mei 2026 memakan korban jiwa. Hingga Sabtu malam, dua hingga tiga pendaki dilaporkan tewas dan satu orang masih dalam status hilang.
Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlicson membenarkan adanya korban meninggal dunia. Menurut laporan BPBD, dua korban merupakan warga negara asing yang diidentifikasi bernama Sahnaz dan Timo, diduga warga negara Singapura. Satu pendaki lainnya hingga kini masih dalam proses pencarian.
Erupsi terjadi pukul 07.41 WIT dengan kolom abu vulkanik membumbung hingga sekitar 10.000 meter di atas puncak. Aktivitas vulkanik terekam dengan amplitudo maksimum 34 mm dan berlangsung selama 967 detik. Letusan disertai dentuman lemah hingga kuat serta semburan abu gelap yang bergerak ke arah utara.
Kronologi dan Dampak
Selain korban jiwa, lima pendaki lainnya mengalami luka-luka dan telah dievakuasi oleh tim gabungan BPBD Halmahera Utara dan Basarnas. Dampak hujan abu terpantau di Desa Mamunya, Kecamatan Galela, dan berpotensi meluas hingga Kota Tobelo.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Dukono, Bambang Sugiono, menyatakan kawasan kawah sebenarnya telah ditutup untuk pendakian sejak 17 April 2026 karena peningkatan aktivitas. Radius 4 km dari kawah masih diberlakukan larangan aktivitas.
Status Gunung Dukono
PVMBG mempertahankan status Gunung Dukono pada Level II – Waspada. Masyarakat dan wisatawan diimbau tidak mendekati kawasan kawah dan menggunakan masker jika terdampak hujan abu.
Pencarian korban hilang masih berlangsung di tengah kondisi gunung yang terus bergemuruh, memperlambat kegiatan evakuasi.
Editor : Maryo
_Sumber: BNPB, PVMBG Badan Geologi KESDM, Polres Halmahera Utara_
editor's pick
latest video
news via inbox
Nulla turp dis cursus. Integer liberos euismod pretium faucibua