PREMAN KUASAI ALUN-ALUN PUSPEM KOTA TANGERANG TIAP MALAM: PARKIR LIAR RP5.000 DIBIARKAN, DIMANA APARAT NEGARA?

Globaliconnews.id|TANGERANG,23 Juni 2026 – Miris! Alun-Alun Puspem Kota Tangerang tiap malam usai Isya berubah jadi ladang pemerasan. Warga yang menonton acara dipalak Rp5.000 per motor tanpa karcis resmi oleh gerombolan oknum diduga preman.

 

FAKTANYA: TIDAK ADA SATU PUN POLISI YANG BERJAGA, padahal praktik parkir liar ini SUDAH TERJADI TIAP MALAM saat ada keramaian. Ini bukan insiden sekali, ini PEMBIARAN SISTEMIK!

 

Tidak adanya aparat = lampu hijau buat preman. Warga dipaksa bayar di kegelapan malam tanpa jaminan keamanan. Motor hilang? Salah sendiri. Ini PERAMPOKAN BERJAMAAH yang dilegalkan oleh diamnya negara.

Polisi menutup mata bukan karena tidak tahu, tapi karena sudah tahu tapi tidak mau tahu. Dimana janji “Melindungi, Mengayomi, dan Melayani Masyarakat”* kalau Alun-Alun Puspem yang tiap malam jadi sarang pungli saja tidak dijaga?

 

DUGAAN PELANGGARAN HUKUM:

1. Pasal 368 KUHP tentang Pemerasan: Meminta uang parkir tanpa dasar hukum dengan intimidasi = pemerasan. Ancamannya 9 tahun penjara.

2. Pasal 421 KUHP: Pegawai negeri yang dengan sengaja membiarkan orang lain merampas kemerdekaan seseorang, atau terus membiarkan perampasan itu, diancam pidana penjara paling lama 7 tahun. Membiarkan preman memalak warga tiap malam masuk delik ini.

3. Perpres No. 87 Tahun 2016 tentang Satgas Saber Pungli: Pungli tiap malam di pusat kota adalah tamparan untuk Satgas Saber Pungli. Pembiaran = pelanggaran.

4. Perda Kota Tangerang No. 5 Tahun 2012: Parkir tanpa karcis = ilegal. Titik.

 

TUNTUTAN KERAS Warga :

1. Kapolres Metro Tangerang Kota: Jangan cuma patroli siang. TURUNKAN ANGGOTA TIAP MALAM di Alun-Alun Puspem! Tangkap preman & proses anggota yang terbukti tutup mata selama ini.

2. Walikota Tangerang & Dishub: PASANG POSKO & PETUGAS RESMI BERKARCIS TIAP MALAM ADA ACARA. Jika tidak sanggup, bubarkan saja acara yang jadi sarang pungli.

3. Kapolda Metro Jaya & Propam: AUDIT KINERJA Polsek Tangerang. Kenapa pusat kota dibiarkan dikuasai preman tiap malam?

 

“Rakyat bayar pajak bukan untuk beli rasa takut di ruang publik. Jika malam ini preman yang berkuasa di Puspem, besok-besok dimana lagi? Tutup warga

 

(Red)

editor's pick

latest video

news via inbox

Nulla turp dis cursus. Integer liberos  euismod pretium faucibua

Leave A Comment